14 November 2012

Hadits tentang Isa Al Masih

A.    Pendahuluan
Berita  tentang turunnya Isa al-Masih masih menjadi kotraversi antara ulama ahlu sunnah dengan sebagian aliran kalam dan filosof rasionalisme. Ulama ahlu sunnah meyakini bahwasanya Isa al-Masih akan turun lagi kebumi ini untuk menghidupkan syari’at agama Islam yang telah mati. Disamping itu, mereka pun juga meyakini bahwasanya kemunculan Isa al-Masih merupakan petanda bahwasannya hari kiamat telah dekat. Namun demikian, ada sebagian dari aliran kalam seperti mu’tazilah dan murji’ah yang tidak mempercayai berita kemunculan Isa al-Masih di akhir zaman. Mereka beranggapan bahwasanya kemunculan Isa al-Masih bertentangan dengan hadist nabi serta al-Qur’an.  Sementara itu, ada yang mengatakan bahwasanya tidak wajib kita mempercayai turunnya Isa al-Masih pada akhir zaman, karena hadist yang menceritakan tentang Isa al-Masih semuanya adalah ahad.

Maka dari itu, hendaklah kita mengkaji kembali tentang kebenaran berita tersebut, sehigga kita dapat menentukan kebenarannya. Makalah ini membahas tentang Isa al-Masih, mulai dari diturunnkannya sampai kepada wafatnya. Disamping itu makalah ini juga memuat penjelasan ulama dalam memahami maksud dari hadist-hadist yang berkenaan dengan Isa al-Masih.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan kepada teman-teman tentang Isa al-Masih, meskipun dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan yang disebabkan karena keterbatsan ilmu penulis. Penulis tidak lupa untuk meminta masukan dan saran dari teman-teman sekalian, serta bimbingan dari dosen pembimbing.

B.    Dalil-Dalil Turunnya Isa al-Masih

Turunnya Isa al-Masih merupakan pemberitahuan Rasulullah Saw kepada kita, yang mana hal tersebut merupakan salah satu tanda-tanda datangnnya hari kiamat. Isa al-Masih diturunkan kebumi ini mempunyai misi dan tujuan tertentu dari Allah Swt. Diantar misi dan tujuannya adalah memusnahkan Dajjal yang telah banyak menyesatkan manusia dari jalan Allah Swt. Al-Qhadi bin ‘Iyadh berkata: Keyakinan terhadap peristiwa turunnya Isa al-Masih sudah menjadi kepercayaan bagi ahlu sunnah waljam’ah, tidak ada salah seorang dari mereka yang mengingkari hal tersebut, serta tidak ada dalil-dalil naqli dan aqli yang menafikan peristiwa tersebut.   Namun demikian, ada sekelompok atau sebagian umat Islam yang tidak meyakini peristiwa turunnya Isa al-Masih, diantaranya adalah Mu’tazilah dan Jahmiyah. Mereka tidak mempercayai peristiwa turunnya Isa al-Masih di akhir zaman, mereka berdalilkan bahwasanya hadist-hadist tentang turunnya Isa al-Masih tesebut bertentangan dengan firman Allah swt yang berbunyi:

“ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS: Al-Ahzab: 40)

Disamping itu, hadist-hadist tersebut bertentangan dengan sabda Rasulullah Saw yang berbunyi: “    لا نبى بعدى” yang artinya “tidak ada nabi setelahku”. Menurut mereka kalau Isa al-Masih diturunkan kebumi, maka akan memberikan indikasi adanya nabi setelah Rasulullah Saw serta syari’at baru, sementara jumhur ulama sepakat bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad Saw, serta syari’atnya kekal sampai hari kiamat. Pendapat Mu’tazilah dan Jahmiyah diatas tidak dapat diterima oleh para ulama, karena bertentangan dengan al-Qur’an dan hadist-hadist yang lainnya. Al-Qhadhi berkata: “ Nabi Isa diutus ke bumi bukan sebagai seorang nabi, serta tidak membawa syari’at yang baru. Akan tetapi, nabi Isa diturunkan sebagi seorang imam yang adil serta menghidupkan kembali syari’at Rasulullah Saw yang telah ditinggalkan oleh umat Islam.

Adapun dalil-dalil yang menegaskan turunnya Isa al-Masih terdapat dalam al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah Saw, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Allah Swt menyebutkan dalam al-Qur’an bahwasanya Isa al-Masih akan turun sebelum kematiannya yaitu sebelum hari kiamat, yang mana Allah Swt berfirman:

“ Tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya . dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS: al-Nisa’: 159).
Dalam ayat ini Allah Swt mengabarkan bahwa seluruh ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada nabi Isa As sebelum kematiannya yaitu waktu turunnya Isa As di akhir zaman sebagaimana yang dinyatakan oleh banyak ahli tafsir bahwa dhamir pada ayat tersebut kembali kepada Isa As. Sementara menurut Ikrimah, Al-Dhahak, dan al-Saddiy dhamir pada “ موته  “ merupakan kinayah dari ahli kitab, maksudnya adalah mereka akan beriman kepada Isa As ketika ajal telah menjemput mereka, yang mana tidak bermanfaat pada saat itu iman . Akan tetapi pendapat ini bertentangan dengan hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi melalui jalan Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

"والذى نفسى بيده, ليوشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا, فيكسر الصليب, ويقتل الخنزير, ويضع الجزية, ويفيض المال"

“ Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh telah telah dekat waktu turunya putra Maryam di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menaggalkan jizyah (upeti). Harta melimpah”.

Hadist diatas menjelaskan bahwa Isa As akan menghilangkan al-Jizyah (upeti) bagi mereka yang bukan beragama Islam, ini menunjukkan bahwa non Islam baik itu Yahudi atau Kristen mereka dipaksa untuk memasuki agama Islam, karena pada saat itu cuma ada dua pilihan mati atau masuk Islam. Hal ini sesuai bahwasanya dhamir pada kata “ موته “ kembali kepada Isa As, karena pada waktu turunnya Isa As dan sebelum kematiannya semua manusia beriman kepadanya, ia menjadi pemimpin yang adil serta bijaksana bagi mereka. Disamping itu dalam ayat lain Allah Swt berfirman:

“Dan Sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat”. (QS: Az-Zukhruf: 46)

Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Qatadah, al-‘Amasy membaca “ لعلم  “ dengan bacaan “  لَعَلَمٌ“ yang mana artinya: Sesungguhnya Isa merupakan tanda bahwa hari kiamat itu sudah dekat. Mujahid berkata: “ Maksudnya kedatangan kiamat ditandai dengan turunnya Isa bin Maryam”. Dalam ayat lain Allah Swt pun juga berfirman:

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) Maka pancunglah batang leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka Maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir.”(QS: Muhammad: 4)

Al-Baghawi berkata: “makna ayat diatas adalah, “ Perlakukanlah kaum musyrik dengan memerangi dan menawan mereka, hingga mereka semua masuk kedalam agama Islam dan supaya agamu itu semata-mata hanya untuk Allah. Apabila hal tersebut telah selesai kamu kerjakan, maka tidak ada jihad dan peperangan lagi. Peristiwa tersebut terjadi ketika turunnya Isa putra Maryam.”

2.    Banyak hadist-hadist Rasulullah Saw yang menyebutkan tentang turunnya nabi Isa As, yang mana hadist-hadist tersebut mempunyai kualitas shahih serta diriwayatkan dari berbagai jalur sehingga sampai kepada derajat mutawatir,  diantara hadist-hadist tesebut adalah sebagai berikut:

1.    روى عن الإمام مسلم بإسناده عن عبد الله ابن عمرو عن النبى صلى الله عليه وسلم  قال: يخرج الدجال في أمتي فبمكث أربعين (لا أدري  أربعين يوما أو أربعين شهرا أو أربعين عاما) فيبعث الله عيسي ابن مريم كأنه عروة ابن مسعود, فيطلبه فيهلكه ثم مكث الناس سبع سنين وليس بين اثنين عداوة ثم يرسل الله ريحا باردة من قبل الشام, فلا يبق على وجه الأض أحد فى قلبه مثقال ذرة من خير أو إيمان إلا قبضته, حتى لو أن أحدكم دخل فى كبد جبل لدخلته, حتى قبضته....

“ Diriwayatkan dari Imam Muslim dengan sanadnya melalui jalur Abdullah bin ‘Amr bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “ Dajjal akan muncul di tengah umatku, ia tinggal selama empat puluh. (saya tidak tahu apakah empat puluh hari, atau empat puluh bulan, atau empat puluh tahun). Kemudian Allah Swt mengutus Isa bin Maryam, mirip dengan Urwah bin Mas’ud. Isa As segera mencarinya dan membunuhnya. Kemudian manusia hidup tenteram serta tidak ada permusuhan sama sekali selama tujuh tahun. Kemudian Allah Swt mendatangkan angin yang dingin dari arah negeri Syam, maka setiap orang yang ada dalam hatinya kebaikan serta iman pasti akan mati, walaupun ia sembunyi didalam perut gunung…”.

Imam Muslim menyendiri (munfarid) dalam meriwayatkan hadist ini, akan tetapi hadist ini shahih serta diriwayatkan oleh perawi yang stiqah (terpercaya). Adapun maksud dari sabda Rasulullah Saw “فبمكث أربعين “ dalam riwayat Abu Daud adalah “أربعين يوما “ atau empat puluh hari.

2.    روي عن الإمام البخارى بإسناده عن أبى هريرة عن النبى صلى الله عليه وسلم  قال: والذى نفسى بيده, ليشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا, فيكسر الصليب, ويقتل الخنزير, ويضع الجزية, ويفيض المال, حتي لايقبله أحد, حتي تكون السجدة الواحدة جيرا من الدنيا وما فيها . ثم يقول أبو هريرة: واقرءواإن شئتم " 

“Diriwayatkan dari Imam al-Bukhari melalui jalur Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “ Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, telah dekat waktu turunnya putra Maryam pada kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, menanggalkan jizyah (upeti), harta melimpah sampai tidak ada seorang pun yang mau menerimannya, sampai satu sujud lebih berharga daripada dunia dan isinya.”

Hadist ini shahih serta menjadi dalil tentang turunnya Isa bin Maryam.  Hadist ini juga diriwayatkan oleh muslim dalam kitabnya no 155, serta juga diriwayatkan juga oleh al-Tirmizi dalam kitabnya pada hadist no 2233. Adapun sabda Rasulullah Saw “أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا “ meskipun Khithab ditujukan kepada sahabat Rasulullah Saw akan tetapi maksudnya adalah umat Islam. Makna hadist ini, bahwasanya Isa al-Masih akan turun kebumi sebelum hari kiamat sebagai seorang hakim terhadap syari’at Islam bukan membawa syari’at baru. Hal ini disebabkan karena syaria’t Islam adalah syari’at yang kekal sampai hari kiamat. Sementara dalam riwayat Ibnu Syihab dari Muslim lafaz hadistnya adalah “ حكما مقسطا “ dalam jalur lain lafazdnya “إماما مقسطا “. 

Adapun sabda Rasulullah Saw “فيكسر الصليب, ويقتل الخنزير “  maksudnya bahwasanya Isa al-Masih akan menghilangkan agama Nasrani yaitu dengan menghancurkan salib, serta mengembalikan kekeliruan mereka terhadap pengagungan yang selama ini mereka lakukan terhadapnya. Sementra dalam kitab al-Awsath, al-Thabrani menambahkan kata “ القردة “ setelah lafaz “الخنزير “. Adapun sabda Rasulullah Saw “  ويضع الجزية “ dalam riwayat lain “ ويضع الحرب “ maksudnya adalah bahwasanya pada waktu turunnya Isa al-Masih tidak ada agama kecuali Islam. Imam al-Nawawi berkata: “ Tidak ada lagi jizyah (upeti), karena pada waktu itu orang kafir disuruh memilih Islam atau berperang. Ini bukan berati bahwasanya Isa al-Masih membawa syari’at baru, karena sesungghunya penaggalan jizyah tersebut merupakan syaria’atnya Rasulullah Saw, akan tetapi Rasulullah Swt man-taqyid-nya sampai turunnya Isa al-Masih.”

Adapun sabda Rasulullah Saw “ويفيض المال, حتي لايقبله أحد” dalam riwayat ‘Atha’I bin Mina’ berbunyi “ وليدعون إلى المال فلا يقبله أحد “ hadist ini menunjukkan bahwasanya pada waktu diturunnkannya Isa al-Masih, sangat sedikit keingginan manusia untuk mencari kemewahan dunia. Pada waktu itu, manusia hidup dengan damai tidak ada perselisihan dan pertikaian diantara mereka, mereka lebih mengutamakan kehidupan akhirat serta tidak mempedulikan kehidupan dunia. Hal ini disebabkan karena mereka tahu bahwasanya kiamat sudah dekat. Sementara sabda Rasulullah Saw             “حتي تكون السجدة الواحدة خيرا من الدنيا وما فيها “ maksudnya, pada waktu itu umat manusia mendekatkan dirinya kepada Allah dengan cara beribadah, bukan dengan cara bersedekah. Sebagian ulama menerangkan bahwa maksud hadist ini, bahwasanya pada waktu itu manusia tidak ada lagi kecenderungan terhadap dunia, sehingga satu sujud lebih disukai dari pada dunia dan isinya. Dalam  riwaya Ibnu Mardawiyah melalui jalur al- Zuhri dikatakan                 “حتي تكون السجدة الواحدة لله رب العالمين “. 

3.     روى عن الإمام الترمذى عن أبى هريرة عن النبى صلى الله عليه وسلم  قال: "والذى نفسى بيده, ليشكن أن ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا, فيكسر الصليب, ويقتل الخنزير, ويضع الجزية, ويفيض المال" هذا الحديث حسن صحيح

“Diriwayatkan dari Imam al-Tirmizi melalui jalur Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, telah dekat waktu turunnya putra Maryam pada kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, menanggalkan jizyah (upeti), harta melimpah”
Menurut Tirmizi hadist ini adalah hasan shahih, hadist serupa ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang terdapat pada hadist no 222, Muslim pada hadist no 155/242, Ahmad 2/537, serta Ibnu majah dengan lafaz yang ringkas pada hadist no 4078

4.    روى عن الإمام أحمد عن جابر ابن عبد الله قال: سمعت النبى صلى الله عليه وسلم  قال: لاتزال طائفة من أمتي يقاتلون علي الحق ظاهرين إلي يوم القيامة, قال: فينزل عيسى ابن مريم فيقول أميرهم :تعال صل لنا, فيقول: لا, إن بعضكم على بعض أمراء تكرمة الله هذه الأمة.

“Diriwayatkan dari Imam Ahmad melalui jalur Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “ Sebagian dari Umatku ini akan selalu ada yang berjuang membela yang hak sampai hari kiamat”. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: “ Maka Allah Swt menurunkan Isa putra Maryam, sehingga pemimpin (sekelompok) umatku berkata kepada Isa, “ Kemarilah shalat bersama kami.” Isa menjawab, “ Tidak. Sesungguhnya kalian atas yang lainnya adalah pemimpin dan Allah telah memuliakan umat ini”.

Hadist ini adalah shahih menurut para ulama hadist, karena hadist ini diriwayatkan oleh benyak jalur diantaranya adalah Muslim dalam kitabnya pada hadist no 156/247, Imam al-Tirmizi dalam kitabnya pada hadist no 2229 melalui jalur ‘Amru bni ‘Ash, serta Imam Bukhari juga meriwayatkan hadist serupa dengan hadist ini dalam kitabnya pada hadist no 7460 melalui jalur Mu’awiyah.

Adapun sabda Rasulullah Saw “لاتزال طائفة من أمتي .... إلي يوم القيامة “ merupakan bukti bahwasanya agama Islam ini tidak akan bisa dihancurkan oleh siapa pun, ia akan kekal sampai hari kiamat. Hal ini disebabkan karena adanya sekelompok umat Islam yang akan membela agama Islam dan berjihad untuk menegakkan kalimat tauhid di belahan bumi ini. Pembelaan terhadap agama Islam ini akan terus berlangsung sampai datangnya hari kiamat, didalam riwayat Imam Bukhari tidak menyebutkan lafaz  “إلي يوم القيامة” akan tetapi menyebutkan lafaz “ حتى يأتيهم أمرالله “ yang mana artinya sampai datang hari kiamat, karena kata ‘Amru juga bisa diartikan hari kiamat.

Adapun sabda Rasulullah Saw “فينزل عيسى ابن مريم .... هذه الأمة “ merupakan dalil bahwasanya Isa As akan turun pada sekelompok umat Islam yang sedang berjuang membela kebenaran dan menghancurkan kemusyrikan. Imam Sya’rawi berkata: “ Isa turun pada sekelompok orang yang sedang berjuang membela kebenaran yang mana mereka semua sepakat akan membunuh Dajjal. Ia turun ketika iqamah subuh dikumandangkan, lalu ia melaksanakan shalat di belakang pemimpin kelompok tersebut”.
C.    Kenapa Isa Disebut Al-Masih?

Pertannyaan ini sengaja dijadikan judul dari pembahasan ini, karena penulis melihat kata al-Masih tidak hanya digunakan untuk nabi Isa saja, akan tetapi juga digunakan untuk Dajjal. Al-Qurthubi menyebuttkan dalam kitabnya al-Tazkirah 23 pendapat ulama tentang kenapa Isa disebut al-Masih? Akan tetapi penulis hanya menyebutkan beberapa pendapat yang dikenal dikalangan ulama, adapun pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Ibnu Abbas berkata: “ Telah ada pada Isa dimana ia tidak mengusapkan tangannya pada orang yang sedang sakit kecuali orang tersebut akan sembuh dari penyakitnya dan tidak pada orang yang telah meninggal kecuali mayit itu akan hidup kembali. “ Dari sini, maka kata Masih berarti berbentuk mabni yang bermakna Maasih. 

2.    Al-Masih artinya orang yang menempuh perjalanan di bumi, maksudnya menjelajahinya. Pendapat ini disampaikan Abul Abbas Ahmad bin Yahya bin Tsa’lab at-Stiqah al-Lughawi. Oleh karena itu, Isa dinamakan al-Masih karena ia terkadang berada di Syam, di Mesir, dan terkadang berada di daerah pantai, daerah subur dan daerah gersang. Sedangkan Dajjal disebut al-Masih karena ia banyak menempuh perjalanan di bumi.

3.    Abu Nu’aim al-Hafidz dalam kitab karyanya Dalail al-Nubuwwah, ia berkata: “(Isa) putra maryam disebut al-Masih karena Allah Swt telah menghapus dosanya.”

4.    Masih dari Abu Nu’aim dalam kitab yang sama, ia berkata: “ Menurut suatu pendapat, “Putra Maryam disebut al-masih karena malaikat Jibril As telah mengusapnya dengan berkah. Sebagaimana firman Allah Swt, “ Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada.” (QS: Maryam: 31).

D.    Ciri-Ciri Isa al-Masih Serta Tempat Turnnya

Banyak hadist-hadist Rasulullah saw yang memberitahukan kepada umat Islam tentang ciri-ciri Isa al-Masih, hal ini bertujuan supaya umatnya dapat mengenalnya ketika ia diturunkan kebumi ini. Adapun hadist-hadist tersebut diantaranya sebagai berikut:

1.    Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya melalui jalur Abdullah bin Umar, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “ Tadi malam aku bermimpi di sisi Ka’bah, tiba-tiba ada seorang laki-laki berkulit sawo matang dan kepalanya meneteskan air, ia melakukan thawaf di Ka’bah dengan dipapah dua orang, lantas saya bertannya: “ Siapa ini?” Orang-orang menjawab al-Masih putra Maryam.”

2.    Diriwayatkann oleh Abu Daud dalam kitabnya melalui jalur Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada nabi antara aku dan Isa. Sesungguhnya ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenali: seorang laki-laki yang berperawakan sedang, dekat kepala warna merah dan putih, mengenakan dua pakaian kuning muda, seakan-akan di kepalanya mengalir air meskipun tidak basah. Ia akan memerangi manusia karena Islam, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menanggalkan jizyah. Pada zamannya, Allah akan membinasakan semua agama kecuali Islam, dan membinasakan al-Masih Dajjal. Ia tinggal di bumi selama empat puluh tahun, lalu ia meninggal kemudian dishalatkan oleh kaum Muslimin.” 

3.    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui jalur An-Nawas bin Sam’an bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “ Apabila ia menundukkan kepalanya seakan-akan air mengalir dan apabila diangkatnya seakan-akan biji mutiara berjatuhan”. Dalam riwayat Abu Hurairah Rasulullah Saw bersabda: “ Dan aku melihat Isa (malam Isra’ Mi’raj) ia berperawakan sedang, berkulit merah, seolah-olah ia baru keluar dari kamar mandi.” Sementara dalam riwayat Ibnu Abbas Rasulullah Saw bersabda: “Aku melihat Isa berkulit merah, rambut keriting, berbadan bidang”.

Imam Nawawi berkata: “ Maksud dari sabda Rasulullah Saw biji-biji mutiara (جمان كاللؤلؤ) adalah air jernih yang berjatuhan dari kepalannya, disebutkan air jernih disini dengan senutan biji-biji mutiara karena ada kesamaan dengan biji-biji mutiara dalam kejernihan dan kebeniangnya”. Ibnu Hajar berkata: “ makna  dari lafaz “ أدم “ adalah “ أسمر “ yang artinya sawo matang, adapun lafaz “ يقطر رأسه ماءا “ bukan berarti bahwasanya air menetes dari kepalanya, akan tetapi nabi melihatnya ketika ia keluar dari kamar mandi setelah nabi Isa As berwudu’ yang mana tetesan air wudhu’ masih menetes dari kepalanya. Atau ini merupakan kinayah yang menunjukkan bahwasanya nabi Isa merupakan orang yang bersih dan berseri-seri”.

Terdapat perbedaan riwayat antara Abu Hurairah, Ibnu Abbas dengan Ibnu Umar tentang warna kulit Isa As. Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan bahwa warna kulit Isa As adalah merah (أحمر) sementara menurut riwayat Ibnu Umar dikatakan bahwa warna kulit Isa As adalah sawo matang (أدم ). Ibnu Hajar menyatukan kedua riwayat ini berkata: “Kulit Isa As aslinya berwarna sawo matang, kemudian berubah menjadi merah disebabkan karena capek dan letih”.

Adapun mengenai tempat turunnya Isa al-Masih telah dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui jalur Nawas bin Sam’an  baahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

... إذ بعث الله عسى ابن مريم, فينزل عند المنارة البيضاء شرقى دمشق بين مهرودتين واضعا كفيه على أجنحة ملكين...

 “ … Lalu Allah mengutus al-Masih putra Maryam dengan menurunkannya diatas menara putih yang berada di sebelahnya timur Damaskus mengenakan Muhrubathain (baju yang dicelupkan warna dan minyak za’faran) sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malikat…”.  

Ibnu Kastir berkata: “ Menara putih merupakan tempat yang paling masyur turunnya Isa As yang terletak di sebelah timur Damaskus. Aku telah menemukan catatan dalam beberapa kitab bahwasanya Isa akan turun di menara putih yang terletak disebelah timur Masjid Al-Jami’ Damaskus dan dimungkinkan riwayat inilah yang mahfuz (terjaga). Sebab pada daerah timur tidak ditemukan menara putih selain menara putih yang ada di sisi bagian timur Masjid Al-Jami’ Al-Umawi di Damaskus. 

Keterangan ini lebih pantas serta sesuai dengan hadist Rasulullah Saw yang menyatakan bahwasanya Isa turun pada waktu iqamah  shalat subuh dikumandangkan, sehigga imam shalat pada waktu itu berkata: “Ya Rasulullah kemarilah dan jadilah imam kami”. Isa As menjawab: “ Kamulah yang maju sesungguhnya iqamah sholat ini untuk kamu”. Dalam riwayat lain dikatakan: “ Sebagian kalian atas yang lainnya adalah pemimpin dan Allah telah memuliakan umat ini”.

Ibnu Kastir juga menambahkan: “ Bahwa pada masanya, tahun 741, menara ini dibangun kembali pada tempatnya semula dengan menggunakan batu putih dari harta benda orang-orang Nasrani setelah mereka membakarnya. Barangkali hal ini merupakan tanda-tanda kenabian yang tampak nyata sekiranya Allah mentakdirkan pembangunan menara ini dari harta orang-orang Nasrani untuk digunakan sebagai tempat turunnya Isa putra Maryam. Isa lalu membunuh babi, menghancurkan salib, tidak mau menerima pajak serta tidak ada pilihan mereka kecuali masuk Islam. Apabila mereka menolak maka mereka akan dibunuh. Hal seperti ini juga berlaku kepada orang-orang kafir yang lainnya”.

E.    Keberkahan di Bumi Ketika Turunnya Isa Al-Masih

Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya Isa As diturunkan lagi kebumi ini untuk menghidupkan syari’at Islam yang hampir mati, serta mengajak umat Islam untuk kembali menjalankan syari’at nabi Muhammad Saw. Ketika Isa diturunkan kebumi ini, maka kehidupan menjadi aman dan damai, tidak ada perselisihan dan pertengkaran antara sesama umat Islam, serta tidak ada lagi penindasan dan aniaya. Semua manusia hidup damai serta mereka tidak memikirkan lagi kehidupan dunia yang fana ini. Banyak sekali hadist Rasulullah Saw yang memberitakan kepada kita tentang keberkahan Allah Swt kepada penduduk bumi ketika turunnya Isa As. Adapun hadist-hadist tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Diriwayatkan dari Imam Ahmad melalui jalur Abu Hurairah r.a. bahwasanya  Rasulullah Saw bersabda: “ Para nabi adalah saudara dari ayah dan ibu yang berbeda-beda namun agamanya sama, dan sesungguhnya aku adalah manusia yang paling berhak terhadap Isa putra Maryam karena antara aku dan dia tidak ada nabi. Sesungguhnya ia akan turun. Apabila kamu melihatnya maka kenalilaah bahwasanya ia seorang laki-laki yang sedang tingginya dan putih kemerah-merahan warnanya. Ia mengenakan dua pakain yang berwarna. Kepalanya seolah meneteskan air meskipun tidak basah, ia menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan pajak dan mengajak manusia menuju agama Islam sehingga pada zamannya Allah Swt menghilangkan semua agama kecuali Islam dan pada zamannya pula Allah Swt membunuh Dajjal. Setelah itu, terwujudlah keamanan diatas bumi sehingga singa mencari makanan bersama dengan onta, harimau bersama sapi, serigala bersama kambing, anak-anak bermain sama ular tanpa berbahaya bagi mereka. Nabi Isa a.s. hidup selama empat puluh tahun kemudian meninggal dunia dan dishalati oleh kaum muslimin”. 

2.    Dalam riwayat muslim melalui jalur Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Demi Allah, Isa putra Maryam akan turun untuk menegakkan hukum yang adil, maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan membebaskan pajak. Pada saat itu onta-onta dibiarkan dan tidak ada yang berusaha atasnya, dan permusuhan, kebencian dan kedengkian menjadi sirna. Isa mengajak manusia untuk mengambil suatu harta namun tidak ada satu pun yang mau mengambilnya”.

Imam Nawawi berkata: “ Maksud daripada onta-onta dibiarkan adalah manusia tidak tertarik untuk memilikinya disebabkan karena bergelimangan harta, sedikit cita-cita, tidak ada kebutuhan dan yakin dengan dekatnya hari kiamat. Adapun digunakan kata onta disini, karena onta merupakan harta yang paling berharga dan bergensi menurut orang Arab. Hal ini sesuai dengan firman Allah Saw: “ Dan apabila onta-onta bunting ditinggalkan  (tidak dipedulikan). Sedangkan maksud dari sabda Rasulullah Saw “ Tidak ada yang berusaha atasnya”  adalah tidak ada yang mempedulikannya”.

Masih banyak hadist-hadist yang menceritakan tentang keberkahan di bumi ketika turunnya Isa al-Masih, yang mana tidak mungkin penulis sebutkan secara keseluruhan. Setelah terciptanya perdamaian di bumi ini, maka Allah Swt akan mewafatkan Isa al-Masih sebagaimana yang berlaku pada makhluk Allah Swt yang lainnya. Nabi Isa As akan tinggal selama 40 tahun, sementara menurut riwayat lain ia akan tinggal di bumi selama 7 tahun. Imam Sya’rawi berkata: “ Kedua riwayat tersebut adalah shahih, namun ini tentu akan menimbulkan permasalahan, kecuali jika ditafsirkan bahwa tujuh tahun yang terdapat  pada riwayat kedua yaitu tujuh tahun menetap di bumi setelah turun dari langit, sementara umurnya sebelum diangkat kelangit adalah 33 tahun sebagaimana yang terdapat dalam riwayat yang masyhur. Jadi apabila ditambahkan maka akan genap menjadi 40 tahun”

F.    Penutup
Dari pemaparan diatas, dapat kita ketahui bahwasanya kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

1.    Hadist-hadist yang menceritakan tentang turunnya Isa al-Masih di akhir zaman mencapai derajat mutawatir, hal ini disebabkan karena diriwayatkan oleh banyak perawi.

2.    Isa al-Masih akan turun ke bumi sebagai seorang hakim yang adil, yang mana berhukumkan kepada syariat nabi Muhammad Saw.

3.    Penghapusan jizyah (upeti) pada zaman Isa al-Masih, bukan berarti Isa al-Masih membawa syari’at baru yang tidak tertapat daalam syari’at nabi Muhammad Saw, akan tetapi pada dasarnya penanggalan jizyah merupakan syari’at nabi Muhammad Saw yang ditangguhkan sampai zaman Isa al-Masih.
Demikianlah makalah ini disampaikan, meskipun masih banyak kekurangannya penulis tidak lupa untuk meminta masukan dan saran dari teman-teman sekalian, serta penulis pun mengharapkan masukan serta bimbingan dari dosen pembimbing guna kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menambah wawasan keilmuan kita tentang hadist-hadsit Rasulullah Saw.

Daftar Pustaka

Abadi, Abu Thayib Muhammad Syamsul Haq,  ‘Aunul Ma’bud bi Syarhi Sunan Abi Daud, Madinah: Muhammad ‘Abu Muhsin, 1967
Al-‘Asqalani, Ibnu Hajar,  Fathu al-Bariy bi Syarah Shahih al-Bukhari,  Riyadh: Maktabatu al-Malik, 2001
Al-Azdi, Abu Daud Sulaiman bin Asyast al-Sajistani, Sunan Abi Daud, Bairut: Daru Ibnu Azm, 1997
Al-Baghawi, Abu Muhammad Husain bin Mas’ud “Tafsir al-Baghawi ” Riyadh: Daru Thaibah,
Al-Bukhari, Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ismail, al-Jami’ al-Shahih, Kairo: al-Mathba’ah al-Salafiyah
Al-Naisaburi, Muslim Ibnu Hajjaj,  Shahih Muslim, Riyad: Darul Thaibah, 2006
Al-Qurthubi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin farah al-Anshariy, Kitab al-Tazkirah bi Ahwali al-maut wa Umuri al-Akhirah, Riyad: Maktabah al-Minhaj, 1425 H
Al-Tizmizi, Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa, al-Jami’ al-Kabir, (Beirut: Darul Gharab al-Islami, 1996)
An-Nawawi, Muhyiddin bin Syaraf , Shahih Muslim bi Syarhi An-Nawawi, Kairo: Thaba’ah al-misriyah bi al-Azhar, 1929
As-Sya’rawi, Mutawali, Alamat al-Qiyamah al-Qubra, (terjemahan) dengan judul, Kemunculan Nabi Isa, Imam Mahdi dan Dajjal, Masturi Irham dan M. Asmuitaman, Jakarta: Qultum Media, 2008
Mahmud, Sholahuddin, al-Masih al-Dajjal wa Ya’juj wa Ma’jut, (terjemahan) dengan judul, Misteri Akhir Zaman, Jamaluddin, Jakarta: Darul Haq, 2007



0 Comment